15 Februari 2013

Review: Sound City Movie

Hail Analog!


Sejak Dave Grohl mengeluarkan pernyataan tentang proyek film Sound City kami menaruh optimis akan hasil dari film ini. Apalagi, film ini telah dirilis sejak 1 Februari kemarin. Jadi, kami mengunduh filmnya dari iTunes, menontonnya selama kurang lebih 2 jam, membaca credit title sampai habis, lalu berakhir dengan pertanyaan, "Ngeband yuk?". Ya. Kami begitu bersemangat! Mengapa? Akan kami tuliskan alasannya. Bahkan, sebuah review untuk film dokumenter Sound City Movie.

Menceritakan sebuah studio yang terletak di Los Angeles, sebuah studio rekaman yang mensukseskan album-album band dan penyanyi rock seperti Stevie Nicks, Fleetwood Mac, Tom Petty, Fear, Neil Young, Rick Springfield, Nirvana, Nine Inch Nails, Queens Of The Stone Age, Rage Againts The Machine, Metallica, Johnny Cash, DIO, dan rocker-rocker lainnya. Berbagai kenangan di dalam studio disampaikan secara mudah, detil dan lugas, sehingga kami tak memerlukan kamus untuk bisa mengartikan setiap kalimat yang terucapkan.

Melalui film ini, kau akan dibawa ke masa lampau melalui gambaran sejarah dari tahun 70an dan kau akan menjadi saksi dimana para legenda rock mulai menulis lagu baru, merekamnya dengan pita, dan mengulang sejarah itu sekali lagi. Dan terbentuklah band-band supergrup seperti, Paul McCartney yang berkolaborasi dengan Nirvana, ataupun Rick Springfield dengan Foo Fighters.


"It's all about people relating to each other and doing something that's really from the soul." adalah petuah dari Tom Petty bagi para amatir yang hendak serius di dunia musik. 

Analog, Sound City menjelaskan tentang kecanggihan sebuah alat recording analog bernama Neve Console. Bahkan suara yang dihasilkannya mengalahkan suara yang dihasilkan oleh software seperti Pro Tools. "The less technology you had, the better records that you had." ucap Brad Wilk, drummer Rage Againts The Machine.

Oleh karena itu, bagi kalian yang ingin menjadi rockstar, maka film Dave Grohl ini akan mencuci otakmu dari segala hal yang 'berbau' digital recording. "Digital sucks". Dan sekali lagi Tom Petty berkata, "Music really isn't supposed to be perfect... It must come from the soul".

Dan, untuk album soundtrack film ini akan dirilis pada 12 Maret nanti, albumnya berjudul "Sound City: Real to Reel" dan diisi oleh berbagai supergrup bentukan Dave Grohl dkk.

Oh, kalau kamu seorang audio engineer atau board operator, maka film ini wajib ditonton. Neve Console adalah surga bagi para drummer.

Jadi, tunggu apalagi? Tonton filmnya, dan biarkan Dave Grohl menjadi guru sejarahmu selama 2 jam. Dan jangan lupa untuk berkedip saat wanita berdarah italia bernama Paula muncul di film (hanya yang sudah menonton yang dapat mengerti kalimat tadi). Ok.